Rabu, 20 Januari 2016

"Salam Salam Indah Dari Alam"



Jarang orang berpikir dan merenung dibalik sekelumit kehidupan ini bahwa terdapat jutaan ataupun  miliaran ciptaan Allah yang begitu teratur dan terstruktur. Sehingga begitu teratur dan terstrukturnya tak ada satupun yang bisa menandingi ciptaannya itu.

Dari mikroskopis sampai makroskopis, dari mikrokosmos sampai makrokosmos dari yang dzohir sampai batin. Semua  begitu terencana sehingga orang yang memikirkannya takjub dan memujiNya. Dan tahukah anda bahwa ciptaan Allah itu pun dalam gerak atau diamnya mereka memuji Allah dengan cara mereka sendiri yang kebanyakan kita tidak tahu. 

Salam-salam indah dari alam tak semua orang bisa merasakannya, hanya orang yang memikirkan dan merenungkannya saja yang dapat merasakan begitu dahsyat agungnya, begitu indahnya, dan bahkan begitu romantisnya sehingga kita pun merasa iri dengannya. Iri dengan keteraturan hidupnya, kemanfaatan hidupnya, keindahan bentuk, keindahan warna, bau bahkan sampai kerumitannya.

Alam mikrokosmos mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu harus punya orbit, contoh dari alam mikrokosmos itu adalah atom, dalam atom terdapat 3 komponen yaitu proton electron dan neutron.  yang dimana satu diantaranya menjadi pusat orbit, dan tahukah anda bahwa atom-atom itu bergerak tanpa henti mengelilingi orbitnya, dan jika salah satu diganggu dari garis edar perputarannya akan terjadi ledakan, inilah yang menjadi konsep bom pembuatan bom nuklir, karena salah penembakan electron sehingga electron itu terganggu dari garis orbitnya. Semua telah menjadi firahnya. Alam makrokosmospun mengajarkan seperti itu dimana pusat orbitnya adalah matahari dan planet planetlah yang terus tanpa henti mengelilingi orbitnya, sedikit saja diganggu planet tersebut dari garis edarnya maka kehancuranlah yang terjadi. Semua taat dan patuh pada garis yang ditetapkan Allah.

Manusia yang disebut miniatur alam semesta, dewasa ini ditemukan bahwa didalam diri manusia terdapat godspot yang dengan godspot tersebut manusia ada kecenderungan terhadap kebaikan. Jadi sejahat apapun manusia pasti ada kecenderungan terrhadap kebaikan. Dan inipun yang menjadikan manusia kecenderungan untuk beragama. Jadi dusta kalau ada orang yang mengaku tidak punya agama. Tidak ada manusia ateis dialam ini karena manusia punya orbit yaitu Tuhannya dan dia tidak bisa lari dari itu, orang yang berkata seperti itu hanya tidak mengakui keberadaan Tuhannya.

Dalam tubuh manusia dan tubuh makhluk hidup semuanya tersusun dari sel. Sel merupakan unit fungsional terkecil dalam makhluk hidup. Didalamnya terdapat organel-oraganel yang secara taat dan patuh menjalankan tugasnya masing-masing sehingga membentuk suatu tubuh yang sangat teratur dan begitu terstrukturnya. Kita tak pernah memikirkan bagaimana tubuh ini dirancang tumbuh, dirancang hidup, proteksi terhadap rangsangan luar, penghasilan energy dari proses metabolisme yang terbentuk dari mulai pengambilan oksigen sampai terjadinya metabolisme dalam sel sehingga menghasilkan ATP dan kita pun dapat bergerak.

Oksigen yang anda hirup adalah hasil kerja tumbuhan melakukan proses fotosintesis, fotosintesis bahan dasarnya adalah air dan Karbondioksida yang bereaksi dengan energy foton matahari sehingga menghasilkan oksigen. sekali lagi kita tak pernah berpikir bagaimana oksigen itu didapat, bahkan kita pun tak pernah sadar bahwa kita hidup itu karena adanya oksigen. dan tak adanya kesadaran itu banyak diantara manusia yang melakukan kerusakan alam, penebangan pohon  pencemaran lingkungan, buang sampah sembarangan dan lain sebagainya. Kita balas kebaikan-kebaikan yang diberikan alam pada kita dengan keburukan, kerusakan, eksploitasi. Sungguh tidak tahu terima kasih manusia ini. 

Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa menjawab salam itu wajib, disini saya menjelaskan bahwa alam dengan sejuta manfaatnya bagi manusia dengan sejuta keindahan yang terpancar merupakan bentuk salam hangat yang diberikan alam pada kita sesama makhluk hidup ciptaan Allah. Alangkah naïfnya manusia jika salam indah yang sampaikan alam kita balas dengan keburukan dan kerusakan. Seharusnya kita hidup rukun, bersimbiosis mutualisme saling menguntungkan satu sama lain. Bukankah islam itu rahmatan lil’alamin, disinilah saatnya aplikasi itu dipakai. Mari kita Sayangi tumbuhan, hewan dan alam semesta sebagaimana kita menyayangi hak milik kita. Ingatlah sebuah pepatah “ mallayarham laa yurham” siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi, otomatis siapa yang menyayangi maka akan disayangi. Mari berkasih sayang sesama makhluk. Mulailah tersenyum pada alam semesta maka alam semesta pun akan membalas senyum kita, rasakanlah nikmatnya.

Tak pernah cukup pena ini menuliskan semua kebaikan yang Allah berikan, walaupun seluruh lautan menjadi tintanya dan ranting-ranting pohon  sebagai penanya. “ maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan !”(Q.S ar-rahman).

Ini hanyalah contoh kecil saja dari kehidupan kita yang sering dilupakan. Tapi dari yang kecil itulah tumbuh, sebagaimana biji kecil tumbuh menjadi pohon yang sangat besar. Maka saya kuti perkataan aagym “ mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang”.

Dan akhirnya sampai diujung kalimat saya menyampaikan salam yang tak tersampaikan dari alam. Penulis dan alam mengucapkan “Wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarokatuh”.

By : Fadli Alamsyah (mahasiswa fak. Tarbiyah jur. Pendidikan biologi)
Cv: 089628275338